Tadi buka facebook liat dihome ada status tentang Jaringan Islam Liberal, karna penasaran saya coba nanya deh sama kakek tercinta google,
Ternyata islam liberal begitu wah mesti meluruskan aqidah lagi nih
hmm masih mencari…
tunggu ya ilmu saya belum cukup untuk membahas nanti insyaAllah dilanjut lagi setelah mendapatkan sumber
trimakasih
21 Feb
Just Share
20 FebHari ini baca status temen lucu juga tp bener juga sih, just share nih
orang koq nembak “nothing to lose”..ya gw milih “lose” nya donk…mana perjuangannya ,
Buat para laki-laki nih kalau misal bilang suka ma perempuan jangan pernah bilang kalau dapet ya syukur kalau enggak ya sudah pa lg pake acara nahan gengsi segala pasti dah langsung ditolak tuh,
Jika memang lebih memilih menyerah ya silahkan kan katanya nothing to lose,
Menurut survei saya sendiri nih dengan melihat beberapa temen2 perempuan saya…
Sebenci bencinya perempuan klo liat perjuangan seseorang bisa luluh loh tp kita g tau kapan itu hak kamu untuk memilih diam menunggu(#tunggu tungguan dong jadi nya hehehe capek deh), tetep berjuang ya tentu kalian pasti punya batasan waktulah ya we know, atau malah lebih memilih meninggalkan its your choice…”Tapi kalau misal tetep tidak luluh ya jangan disalahkan namanya hati memang g bisa dipaksa
“
Sebagian besar perempuan itu suka seseorang yang tidak mudah menyerah dan kuat #gatot kaca kali ya hehehe bukannya jual mahal misal nih kalau emang “belum” suka masak harus bilang suka kan g bisa ya kan, dah g mempan jaman sekarang pake kata2 #laki-laki banyak omong doang ke laut aja ups maaf
tunjukkan kalau emang serius ya dengan perbuatan sudah maksmimalkah usaha, kami tau cara menilai menilai dengan hati karena perempuan cenderung lebih menggunakan perasaan daripada logika.
nb: ” mencintaimu karna Allah bukan mencintai Allah karena mu ”
Binnabil Huda
19 FebGak sengaja nyari artikel nemuin lagu bagus nih semoga bermanfaat
Binnabil Huda
Album : Nur Muhammad
Munsyid : In-Team & Unique
Binnabil huda Ya Rasulussalam
Wayamursala rahmatan lil anam
‘Alaikassolatu wa’alaikassalam
Wasohbika wattabi’inal kirom
Dengan Nabi yang membawa hidayah
Wahai utusan rahmat sekalian alam
Selawat salam pujian untukmu
Para sahabat juga tabi’in yang mulia.
Keep Istiqomah
19 Feb
jika kalian melihat ku berubah,
Semoga aku berubah menjadi lebih baik dan lebih dekat denganNya.
jika ada yang mencibir aku sok alim or apalah
hanya Allah yang tau semoga Allah menjadikanku lebih baik dari semua prasangka yang tidak baik,
aku memang bukan manusia sempurna, suci dari dosa,juga bukan orang yang agamanya bagus(ilmu tentang agama),
aku memang bukan dari keluarga semacam ustadz bukan lulusan pesantren bukan anggota organisasi2/LSM islam…
memang banyak diLuar sana yang agamanya jauh lebih baik…
Continue reading
Kangeeeeeeeeeen Banget
23 NovSebenarnya aku dah beranjak tidur lampu udah dimatikan….Susah sekali mejamin mata ini,
tp tiba2 aku teringat ayah tercinta, kenangan tentang beliau waktu itu…ditambah lagi alunan musik musik nasyid di winamp
Meneteslah air mata ini, menetes bukan karena mengasihani diri sendiri tapi karena tak kusangka aku begitu kangen pada beliau….
12 thn lebih kita tidak bertemu dan mungkin tidak akan bertemu lagi karena beliau telah tiada…
aku tidak dapat berkata banyak yang bisa ku katakan hanyalah aku kangen padamu ayah,
kangen kangen kangen kangen kangen kangen kangen kangen kangen
kangen kangen kangen kangen kangen kangen kangen kangen kangen,
air mata ini belum bisa berhenti menetes….#duh besok pagi pasti sembab deh
Hmm sebaiknya aku ambil air untuk berwudhu dan mendoakan beliau
ROBBIGH FIRLI WA LIWALIDAYYA, ROBBIRHAMHUMA KAMAA ROBBAYANI SHOGHIRO
ALLAHUMMAGHFIR LAHU WARHAMHU
WA ‘AAFIHI WA’FU ‘ANHU
WA AKRIM NUZULAHU WA WASSI’ MUDKHALAHU
WAGHSILHU BILMAA`I WATS TSALJI WAL BARADI
WA NAQQIHI MINAL KHATHAAYAA
KAMAA NAQQAITATS TSAUBAL ABYADLA MINAD DANASI
WA ABDILHU DAARAN KHAIRAN MIN DAARIHI
WA AHLAN KHAIRAN MIN AHLIHI
WA ZAUJAN KHAIRAN MIN ZAUJIHI
WA ADKHILHUL JANNATA
WA A’IDZHU MIN ‘ADZAABIL QABRI AU MIN ‘ADZAABIN NAAR
NO SAD NO CRY!!!
22 Nov
Kenapa judul tulisannya gede semua, okelah tulisan huruf kapital semua artinya sebuah ketegasan dan kekakuan. Hal itu kutujukan kepada seseorang yang selama 2thn sudah membohongi ku(semoga salah) dan disaat aku sedang terpuruk dan butuh dukungan (masih menganggur) malah dengan mudahnya meninggalkan dengan alasan yg tidak jelas(awalnya ku berprasangka baik) dan ternyata ….., tapi alhamdulillah Allah masih peduli padaku g membiarkanku lebih berlama2 lagi dalam sesuatu yg tidak baik. Silahkan kamu mencari wanita hobi belanja2 di mall, menghabiskan uang untuk sesuatu yg kurang bermanfaat, hobi nyalon, memperlihatkan aurat ke semua orang, silahkan its different with me 180′ karna sedari kecil aku sudah dilatih untuk sederhana
agar dapat memahami arti kehidupan yang sebenenarnya yang jelas aku g ‘tega’ berbuat seenak aku sendiri…alhamdulillah…… Sekarang jangan sampai salah memilih harus berhati2 g boleh sembarangan karna Insyaallah akan menjadi pasangan hidup insyaallah dengan cara yg baik pula ntah dengan bagaimana aku berkenalan itu rahasia Allah yang penting adalah berusaha memperbaiki diri yang jelas harus menerima kekurangan masing2 dan keluarga masing2. oke NO SAD NO CRY. Tapi aku berdoa untukmu semoga menjadi orang yg lebih baik karena aku percaya kamu sebenernya orang baik (smoga benar). jadi jangan anggap aku galau(or temen2nya) aku g seterpuruk itu kali nih buktinya ku lebih bersemangat n g kusut kek dulu :p..heheh maaf tulisannya g berirama…udah deh cukup sekian. NO SAD NO CRY specially for “U” man.
Kisah inspirasi untuk para istri dan suami
20 OctCerita dibawah ini membuat aku ikut sedih nangis+terharu (terharu karena perlakuan suaminya),
“…..Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia buruk bagimu. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.(QS 2:216)
Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur pada apa yang kita miliki :
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.
Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.
“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.